Apa Itu Dollar-Cost Averaging dan Kapan Strategi Ini Tepat Digunakan?

Strategi dollar-cost averaging menghilangkan tekanan untuk menentukan waktu yang tepat untuk berinvestasi di pasar dengan berinvestasi secara konsisten dari waktu ke waktu. Pelajari cara kerja strategi ini, kapan harus menggunakannya, dan keterbatasannya.

Diterbitkan Februari 2026

Dollar-cost averaging adalah praktik berinvestasi dengan jumlah tetap secara berkala tanpa memperhatikan kondisi pasar. Alih-alih mencoba menemukan momen yang tepat untuk berinvestasi sekaligus, Anda menyebarkan pembelian Anda dari waktu ke waktu. Ketika harga tinggi, jumlah tetap Anda akan membeli lebih sedikit unit. Ketika harga rendah, jumlah tersebut akan membeli lebih banyak unit.

Pendekatan ini menghilangkan keputusan paling menegangkan dalam berinvestasi: kapan harus menanamkan uang Anda. Dengan berinvestasi sesuai jadwal, Anda menghilangkan godaan untuk mencoba memprediksi pergerakan pasar dan menerima bahwa tidak ada yang dapat secara konsisten memprediksi pergerakan harga jangka pendek.

Strategi dollar-cost averaging bukanlah strategi yang optimal secara matematis dalam setiap skenario. Namun, strategi ini adalah strategi yang paling banyak dapat diikuti secara konsisten oleh para investor, sehingga menjadikannya strategi terbaik dalam praktiknya bagi sebagian besar orang.

Bagaimana Strategi Dollar-Cost Averaging Bekerja dalam Praktik

Bayangkan Anda menginvestasikan $1.000 setiap bulan ke dalam portofolio yang terdiversifikasi. Pada bulan Januari, harga portofolio tinggi, sehingga $1.000 Anda membeli posisi yang lebih kecil. Pada bulan Februari, pasar turun dan $1.000 Anda membeli posisi yang lebih besar. Seiring waktu, harga pembelian rata-rata Anda cenderung lebih rendah daripada harga pasar rata-rata karena Anda secara alami membeli lebih banyak ketika harga lebih murah.

Keunggulan matematis ini sederhana namun nyata. Manfaat yang lebih signifikan adalah psikologis. Investor yang berkomitmen pada jadwal investasi reguler jauh lebih kecil kemungkinannya untuk meninggalkan strategi mereka selama periode yang bergejolak karena keputusan untuk berinvestasi telah dipisahkan dari keputusan kapan harus berinvestasi.

Kedisiplinan dalam berinvestasi secara teratur juga membangun kebiasaan memperlakukan investasi sebagai bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan finansial Anda, mirip dengan sewa atau asuransi, bukan sebagai aktivitas opsional yang dapat ditunda tanpa batas waktu.

Kapan Strategi Dollar-Cost Averaging Masuk Akal?

DCA (Dollar Cost Averaging) paling berharga ketika Anda memiliki aliran pendapatan tetap dan ingin membangun portofolio dari waktu ke waktu. Metode ini ideal untuk investor yang merasa ragu untuk menginvestasikan sejumlah besar uang sekaligus, atau yang memang tidak memiliki dana besar.

Penelitian menunjukkan bahwa investasi sekaligus (lump-sum investing) mengungguli DCA (Dollar Cost Averaging) sekitar dua pertiga dari waktu, karena pasar cenderung naik dalam jangka waktu panjang dan investasi lebih awal menangkap lebih banyak pertumbuhan. Namun, DCA mengungguli DCA dalam sepertiga skenario di mana pasar menurun setelah dana sekaligus tersebut seharusnya diinvestasikan.

Keunggulan sebenarnya dari DCA bukanlah optimasi matematis, melainkan perilaku. Strategi yang benar-benar Anda ikuti mengalahkan strategi yang secara teoritis lebih unggul tetapi Anda abaikan. Bagi sebagian besar investor, berkurangnya kecemasan dan meningkatnya konsistensi DCA lebih dari cukup untuk mengimbangi sedikit kekurangan matematis tersebut.

Menggabungkan DCA dengan Alokasi Otomatis

Strategi dollar-cost averaging (DCA) bekerja paling baik bila dikombinasikan dengan manajemen portofolio otomatis. Ketika Anda berinvestasi secara teratur ke dalam sistem yang secara otomatis mengalokasikan dana ke berbagai tema yang terdiversifikasi dan melakukan penyeimbangan ulang sesuai jadwal, Anda akan mendapatkan manfaat perilaku dari DCA sekaligus memastikan portofolio Anda yang terus berkembang tetap seimbang.

Kombinasi antara investasi reguler dan manajemen otomatis ini menghilangkan keputusan mengenai waktu dan alokasi investasi dari investor, sehingga hanya menyisakan pilihan terpenting: berapa banyak yang akan diinvestasikan dan komitmen untuk melanjutkannya.

Index500 Mendukung investasi yang konsisten melalui alokasi portofolio otomatis, menjadikan strategi dollar-cost averaging sebagai bagian alami dari strategi jangka panjang Anda.