Cara Berinvestasi di Tengah Inflasi: Apa yang Benar-Benar Berhasil?
Inflasi mengikis daya beli dan mengubah jenis investasi yang memberikan hasil terbaik. Pelajari cara memposisikan portofolio Anda untuk menjaga dan mengembangkan kekayaan selama periode inflasi.
Inflasi adalah erosi bertahap daya beli uang Anda. Ketika inflasi mencapai 5%, portofolio Anda perlu menghasilkan pengembalian lebih dari 5% hanya untuk mencapai titik impas dalam nilai riil. Uang tunai dan obligasi, yang secara tradisional dianggap sebagai tempat berlindung yang aman, seringkali kehilangan daya beli selama periode inflasi.
Hal ini menciptakan tantangan bagi investor: aset yang terasa paling aman selama inflasi sebenarnya mungkin paling berbahaya bagi kekayaan jangka panjang Anda. Menyimpan uang tunai saat inflasi tinggi adalah jaminan kehilangan daya beli. Pertanyaannya bukanlah apakah harus berinvestasi selama inflasi, tetapi bagaimana cara berinvestasi.
Jawabannya terletak pada diversifikasi di berbagai tema ekonomi yang merespons tekanan inflasi secara berbeda. Beberapa aset menderita selama inflasi. Yang lain justru berkembang. Portofolio yang seimbang akan menangkap aset-aset yang berkinerja baik sekaligus membatasi kerugian dari aset-aset yang berkinerja buruk.
Apa yang Sebenarnya Terjadi Selama Inflasi?
Investasi di sektor energi dan pertanian secara historis menunjukkan kinerja yang baik selama inflasi karena harga energi dan pangan merupakan komponen langsung dari inflasi itu sendiri. Ketika harga naik secara luas, perusahaan di sektor-sektor ini sering kali melihat pendapatan mereka meningkat sejalan dengan atau bahkan melampaui inflasi.
Perusahaan teknologi dengan kekuatan penetapan harga yang kuat juga dapat berkinerja baik selama inflasi moderat karena mereka dapat membebankan biaya kepada pelanggan. Pengeluaran perawatan kesehatan sebagian besar tidak elastis dan cenderung tumbuh terlepas dari tingkat inflasi.
Intinya adalah bahwa portofolio yang terdiversifikasi di berbagai tema ekonomi secara alami memberikan perlindungan terhadap inflasi tanpa mengharuskan investor untuk memprediksi inflasi atau melakukan perubahan taktis. Tema-tema yang mengalami kerugian diimbangi oleh tema-tema yang mendapat keuntungan.
Alasan untuk Tetap Melakukan Diversifikasi
Mencoba memprediksi inflasi dan menyesuaikan portofolio Anda sesuai dengan prediksi tersebut adalah bentuk pengaturan waktu pasar yang jarang berhasil. Ekspektasi inflasi berubah dengan cepat dan pasar memperhitungkan inflasi yang diharapkan sebelum sebagian besar investor dapat bereaksi.
Perlindungan inflasi yang paling andal adalah diversifikasi struktural di berbagai tema ekonomi yang merespons perubahan harga secara berbeda. Pendekatan ini berhasil tanpa memerlukan keahlian peramalan, ketepatan waktu, atau disiplin emosional untuk melakukan perubahan taktis selama periode yang tidak pasti.
Index500 Mengalokasikan dana ke berbagai tema ekonomi termasuk energi dan pertanian, yang secara historis memberikan perlindungan alami terhadap inflasi melalui diversifikasi eksposur portofolio.